istianah: cybercom metro TV on campus unversitas budi luhur
Metro Tv On Campus
Hadir pada acara ini para presenter dari Metro TV seperti Putra Nababan, Ralph Tampubolon, Eva Yulianti, Prabu Revolusi dan Sumi Yang. Acara tersebut diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Rektor. Dalam sambutan Rektor menyampaikan bahwa, kegiatan ini sangat bagus dalam upaya meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang jurnalistik dan hari ini kita kedatangan nara sumber yang sangat tepat. Oleh sebab itu Rektor meminta kepada mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi memanfaatkan acara yang jarang terjadi ini secara maksimal. Kemudian Rektor juga meminta mahasiswa dapat menggali sebanyak mungkin pengalaman baik senang maupun duka dari semua nara sumber.
Setelah sambutan dari Rektor, acara dilanjutkan dengan presentasi para presenter Metro TV. Pertama disampaikan oleh Putra Nababan selaku presenter handal di Metro TV. Dalam presentasinya Putra Nababan menyampaikan bahwa, faktanya masyarakat Indonesia lebih menyukai mencari informasi atau berita di media elektronik, seperti televisi dan internet dari pada membaca di media cetak. Sehingga penyampaian berita yang paling efektif saat ini adalah melalui media elektronik. Metro TV merupakan satu satunya televisi berita di Indonesia yang membutuhkan sumber daya manusia yang handal dan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap peningkatan mutu pemberitaan.
Penjelasan tentang beberapa hal mengenai dunia jurnalistik berikutnya disampaikan oleh Ralph Tampubolon. Disini Ralph Tampubolon lebih membahas tentang bagaimana menjadi presenter yang baik. Menjadi presenter dimulai dari memiliki minat dan rasa ingin tahu yang besar terhadap bidang ini. Presenter artinya penyampai sebuah informasi sekaligus sebagai garda terdepan sebuah tim produksi. Menjadi presenter yang baik butuh persiapan dalam hal ini memenuhi 5W + 1H (what, who, why, when, where + how). Sedangkan presenter Eva Yulianti lebih banyak mengupas tentang “News Production”. Bagaimana sebuah berita dihasilkan yang dimulai dari peliputan hingga berita tersebut dipublis di media televisi.
Sementara itu Sumi Yang sendiri menyampaikan materi tentang jurnalisme warga. Jurnalisme warga merupakan informasi yang disampaikan oleh warga, artinya warga berperan sebagai jurnalis. Adapun kategori berita yang diliput dijurnalisme warga adalah peristiwa yang aktual tentang berbagai hal yang penting dan berdampak, berita feture (berita inspirasi/unik) tentang berbagai hal yang tidak biasa dan menjawab rasa ingin tahu masyarakat.
Diakhir sesi, materi jurnalistik disampaikan oleh Prabu Revolusi yang menjelaskan bagaimana menulis berita yang berdampak. Dua hal penting dalam menulis berita adalah motiv (ketulusan) dan teknik dan metode. Prabu Revolusi juga menyampaikan 6 langkah dasar dalam menulis berita yaitu pendefinisian masalah, perumusan masalah, hipotesa, pengumpulan data, penulisan naskah, dan pengemasan naskah.
Acara yang tak kalah menariknya setelah penjelasan dari para presenter adalah pelatihan langsung tentang peliputan suatu peristiwa. Pada kesempatan ini tiga orang peserta pelatihan langsung terlibat dalam sesi peliputan singkat tentang acara hari ini. Pelatihan yang sangat berharga ini mudah-mudahan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam memulai kemampuannya di bidang jurnalistik dan dapat terus menggali skill ini baik di dalam kampus maupun di luar kampus Universitas Budi Luhur. Terimakasih
Nama istianah Nim 1171501156
Tidak ada komentar:
Posting Komentar