Panci
cinta
Sauna pagi hari didepan rumahku
Tatapan matanya sekakan
penuh makna yang punya maksud tertentu yang membuat hati dan perasaan ini
bertanya-tanya siapa dia? kulihat seorang laki-laki yang sedang berdiri di
depan teras rumah tetangga ku dengan
memakai pakaian kemeja kotak-kotak merah
dengan celana jeans cutbrai dan
membawa tas ransel hitam yang besar…
“ dia siapa yya?”.
Hatiku bertanya-tanya ingin tahu
Kulihat tetangga
sebelah rumah ku membukakan pintu lalu laki-laki itu masuk kerumah tetanggaku.
aku penasaran ingin tau siapa dia? Lalu bergegas pergi kerumah tetangga sebelah
rumah ku dengan alasan ingin meminjam panci untuk memasak mie instan.
“ assalammualaikum….”.
Aku mengucapkan salam kepada tetanggaku sebagai tamu
“walikum salam … ada
apa sisi?”. Bu ami menjawab salam ku
“ ini bu sisi mao
pinjam panci buat masak mie instan soalnya panci mamah sisi bocorrr belum di
beli yang baru ..”. aku sambil tersenyum tersipu malu dalam hati aku berbicara
” padahal panci punya
mamahku baru beli yang baru hehehehe”.
“ owhhh tunggu bentar
ya siii ibu ambilkan “. Ibu ami pergi ke
dapurnya untuk mengambilkan panci yang aku pinjam.
Sementara ibu ami
sedang mengambilkan aku panci segeralah aku jalankan aksi ku untuk mengetahui
siapa laki-laki itu, aku melihat-lihat isi dalam ruangan tamu rumah bu ami dari
teras depan ternyata di sofa ada seorang laki-laki sedang tiduran sambil
membaca sebuah komik doraemon dan aku perhatikan ternyata itu dia yang membuat
aku penasaran dengannya tiba-tiba suara barang jatuh
“ pentong….. tong…
tongggg………………...” Suara panci jatuh
“ sisi nih panci nya “
bu ami memberikan panci itu kedapada ku
“ makasih bu , nanti
klo sisi udah selesai sisi
balikin..”. sambil tersenyum
“ santai aja sih “ bu
ami sambil jalan masuk kedalam rumahnya
“ ehhh buuuu …tunggu bentar deh “ suara ku
menggetkan bu ami
“ ada apa lagi ..” kata
bu ami
“ sisi mau Tanya cwok
itu siapanya ibu yya??”.aku Sambil tersenyum dan tampang muka polos
“ owhh maksud sisi cwok
yang lagi duduk disofa itu??”. Bu ami sambil menghela napas dan sedikit
menggeleng-gelengkan kepalanya
Aku hanya melihat
kearah laki- laki itu yang membuat aku penasaran serta membuat jantungku berdebar-debar maklum
sebelumnya aku belum pernah merasakan
sebelumnya dengan laki-laki lain tapi menurutku ini beda dengan dia seperti ada
suata m-stri gitu…
“ iya buuuuuuuuuu.”
sambil mata ku melihat kearah laki-laki itu
“itu keponakan ibu baru
pulang dari bandung, namanya andi “.
“ohh gtuu …” aku sambil
beranjak pulang dari rumah bu ami
Sesampainya dirumah aku
langsung masuk kekamar .ku keluarkan sebuah buku kecil yang berada di tas
ransel sekolah ku dan kutuliskan di atas kertas dengan tinta pena berwarna
merah terang
Dear
diary
Hati
ini bergetar saat pertama kali kuliat dirinya tatapannya matanya senyum
bibirnya membuat aku ingin…. Inginnn dan ingin memilikinya inikah yang
dinamakan CINTA? Yang sering dibicarakan oleh teman-teman disekolahku padahalkan ini baru pertemuan yang
pertama aku belum kenal dengan
dirinya ??TUhan kenapa aku merasakan Hal
ini dengan seseorang yang belum aku kenal…
ANDI
siapa kamu sebenarnya ?
Keesokan harinya … ku
dengar suara gemericik air disamping rumah ku seperti ada orang yang sedang menyiram
tanaman dan aku bergegas keluar dan
membuka pintu rumah dan ternya yang
kulihat adalah dia ………………………
“
grekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkeeekkkkkkk” sura pintu
“ ahhhhhhhhhhhhhhhh
ternya dia … yaa Allah makasihh bangetttt pagi-pagi bisa liat dia “ gumamku
dalam hati girang “
Aku hanya bisa melihat takbisa
berkata apapun untuk menyapanya mataku hanya tertuju kepada dia tak bisa lepas
pandanganku untuk melihatnya terus
mungkin dia sadar bahwa dia sedang di perhatikan olehku seketika dia menoleh kerah belakang matanya
melihat kerah ku yang sedang
berpura-pura menyapu halaman depan rumahku .
Semakin hari semakin
penasaran perasaanku setiap aktivifas
dia dirumah aku juga ikut
melakukan nya aku dan dia masing-masing melakukan aktivitas yang sama dari mulai
bagun pagi, dari mulai menyapu halaman membersihkan lantai sampai menjemur pakaian waktu bersamaan .
kami berdua tak pernah tegur sapa hanya bisa menatap dari tatapan mata. 7 hari
sudah berlalu hingga aku mencapai puncak emosiku
“ haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……
aku dah ggak tahan lagi ..”. aku berteriak didalam kamarku
Hingga saatnya aku
bertekad untuk memberanikan diri untuk menyapa dan mendekatinya .
“Pokoknya .. malam ini
aku harus bisa kenalan dan dapet nomer handphone nya … semangat pasti bisa “
dengan nada lantang dan semangat yang bergebu-gebu
Malam ini suasananya
sunyi tetapi langit dimalam ini sangat indah banyak bintang – bintang
bertaburan dan bulan menyinari malam ini aku bersiap-siap menjalankan misiku
untuk bisa berkenalan dan dapat nomer handphone nya kuberanikan diri malam ini
untuk datang kerumah tetangga samping rumah ku
“semoga saja momentnya
pas yya allah amin “ gumamku dalam hati sambil melangkahkan kaki perlahan
menuju rumah tetanggaku
“assalammualikum tok…tokk..tokkk..tokk
“ aku mengetok pintu rumah nya dan
mengucapkan salam
“walikumsalam “ suara
laki-laki yang menjawab
Aku terdiam saat
kulihat ternyata dia yang membukakan pintu dan mata ku terpanah saat melihatnya
“ ada apa ? cari siapa?
“
“ ini mao balikin panci
yang kemarin aku pinjam “ sambil dengan nada yang kaku (salah tingkah)
“owhh …”.
“kak tunggu bentar dech
…”
“ yya ada apa?” dengan
wajah yang serius
“ ehmmm boleh kenalan
ggak ? aku sisi ..”. aku sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan
“ boleh .. saya andi …
” memegang tangan ku
“senang berkenalan
dengan kaka” aku tersipu malu dengan wajah sedikit memerah
“ saya juga ..”
Setelah berkenalan kami
mengobrol membicarakan apa saja dari mulai sekolah , pekerjaan , teman hingga
soal pacar .
“ kak andi sudah punya
pacar ?” aku sambil memainkan jari-jari
tanganku
“ehmmm .. belum,
memangnya kenapa?” sambil menatapku
“ggak apa-apa Cuma Tanya aja.., masa cwok semanis kaka
belum punya pacar?” aku tersenyum
“ahh kamu bisa saja “
wajah nya memerah
Tak terasa waktu sudah larut malam suhu udarapun berubah
menjadi dingin tiba saatnya aku pamit
untuk pulang .
“ udah malem nich kak
..” aku sambil melihat jam di tangan ku
“oia iya ggak terasa
yya kita ngobrol sampai larut malam “.
“ aku pamit yya terimakasih
atas waktunya? “. aku sambil berjabat tangan dia lagi
“ iya sama..”
“kak …”. aku memanggil
dia lagi
“apa ?”.
“boleh aku minta
nomer handphone kaka?”.
“ owhhh tentu ajja
boleh “
Setelah aku mendapatkan nomer handphone nya aku langsung
bergegas untuk pulang dan masuk kekamar tidak sia-sia perjuanganku untuk
mendapatkan nomerkontaknya dan itu membuat aku sangat bahagia dan menambah
semangatku untuk mendapatkan dia menjadi pacarku. Aku membayangkan kalau aku
menjadi pacarnya , jalan-jalan bersama , makan malem bersama, dan nonton DVD
bersama indahnya apa lagi sebelumnya aku
belum mempunyai pacar .
Keesokan paginya aku
coba untuk sms dia Cuma ngetest aja dibalas apa tidak
“ hai selamat pagi”.
ketikan di sms ku
Tetapi setelah
beberapa hari dia tidak pernah ada respon membalas sms ku hingga
akhirnya aku penasaran kenapa dia tidak ada balasan untuk atas jawban sms ku.
Siang ini tanpa tak
disenganja aku bertemu dengannya di depan rumah dan aku langsung
menghampirinya.
“ehmm… ehmm… kenapa sms
ku tak dibalas?”. Dengan nada sedikit marah
“ maaf saya lagi tidak pulsa
untuk membalas sms mu “.
“owh gtuu, masa ggak
ada pulsa sampai 1 minggu sich?”.
“yya sudah saya ggak
mau berdebat dengan kamu , sebagai permintaan maav saya malam ini main kerumah
kamu dech “. Dengan wajah yang menghibur.
“seriussssssssssssssss??????”.
“ serius, jam 8 saya
datang “.
Aku begitu sangat
senang ketika dia mengucapkan kata-kata
itu aku sangat berharap malam nanti dia akan datang kerumah ku. Setelah aku bertemu dengannya aku pulang kerumah ku
bersiap-siap untuk memilih baju yang bagus agar terlihat indah saat dia datang
melihatku., aku masih tidak percaya bahwa dia akan datang, jam dinding terus
berjalan arah panahnya terus bergerak malam itu aku sudah bersiap dandan 1 jam sebelumnya,
aku gelisah menunggunya dan jantungku
berdebar-debar kencang seakan ingin berhenti.
“ tok…tok…tokkkk…. “. Suara
pintu
Aku terkenjut saat bunyi seseorang
mengetuk pintu lalu aku bergegas membuka nya dan aku masih tidak
menyangka bahwa dia datang kerumah ku
“ aku kira kaka tidak
datang?”. Aku tersenyum gembira
“saya sudah menepati
janji untuk datang kerumah kamu, saya ggak disuruh masuk nich??”.
“owhhh iya silakan
masuk… mau minum apa??”.
“ yang ada jja “. Sambil
beranjak duduk di sofa
“bentar yya”.
Kami hanya terdiam dan
terdiam tak ada satu patahkata pun yang keluar dari mulut kami berdua yang ada Cuma
pandang-pandangan saja sampai 15 menit hingga akirnya aku yang mulai
terlebih dahulu untuk memulai pembicaraan
“ehmm akuuuuuuuuuuuu…. Mau
bicara sesuatu nich sama kaka “. Nada gugup
“ yadah ngomong ajja “.
“ tapi kaka jangan
marah yya?”,
“iya”.
“aku suka sama kaka …
kaka mau ggak jadi pacar sejati aku”. Dengan napas yang terengah-engah
Dia hanya bisa terdiam
tak da satu patahkatapun yang keluar dari bibir manisnya itu, diam dan diam tanpa
kata, dalam benak hatiku berkata
“ ini hal yang bodoh
yang aku ucapkan kepada dia, ya tuhan pasti
aku ditertawakan olehnya , manah mau dia jadi kekasihku”. Gumamku dalam hati
“ kaka menolak ku yya?”.
Dengan suara yang lemas dan menghela napas
Dia masih terdiam tanpa
kata, aku berdiri dan tertunduk kepalaku, aku putus asa mungkin dia tidak akan
memberikan jawaban iya atau tidak tidak
lama kemudian dia berdiri beranjak dari tempat duduk dan berhadapan denganku
dan dia mengangkat tanganya untuk memegang daguku agar mata ku bertatapan
dengan dia , aku hanya bisa terdiam dan tidak mengucapkan satu patahkata walau
aku berpandang-pandangan hingga akhirnya dia memegang tanganku dan berkata
“ saya tidak mau
menjadi kekasihmu … tapi saya mau jadi pasangan sejatimu “.
Tamatttt………………….
By : istianah